DP3A Kutim Lakukan Sosialisasi Pengarusutamaan Gender
Plt.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten
Kutai Timur (Kutim), Sulastin.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM– Plt. Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur
(Kutim), Sulastin mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk
mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di wilayah tersebut. Salah satu upaya
yang dilakukan adalah dengan terus melakukan sosialisasi pengarusutamaan gender
(PUG) serta penyusunan penganggaran responsif gender.
Di antaranya, menggelar lomba pidato di
Gedung Meranti komplek bukit pelangi, Selasa (5/11/2023).
Sulastin mengatakan, sosialisasi PUG kali ini
berbentuk lomba pidato. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya PUG secara
terpadu dan terkoordinasi.
"Hari ini mengadakan lomba pidato, saya senang karena isu PUG di
masukkan oleh peserta. Ini merupakan upaya untuk mengintegrasikan gender ke
dalam perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi seluruh kebijakan dan
program,” ujarnya.
PUG diamanatkan melalui Instruksi Presiden
No. 9 Tahun 2000, yang mengharuskan semua instansi pemerintah di tingkat
nasional dan daerah, untuk mengarusutamakan gender ke dalam perencanaan,
implementasi, monitoring dan evaluasi seluruh kebijakan dan program.
Ia mengatakan PUG menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari kegiatan fungsional utama semua instansi dan Lembaga
pemerintah di tingkat pusat dan daerah,” tuturnya.
Dikatakanya kalau sosialisasi PUG ini telah
dilakukan di berbagai wilayah di Kutim, baik di tingkat kecamatan maupun desa.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari aparat pemerintah,
organisasi perempuan, hingga masyarakat umum.
Di dalam sosialisasi tersebut, peserta
diberikan pemahaman tentang konsep PUG, manfaat PUG, serta cara-cara untuk
mengarusutamakan gender dalam perencanaan dan penganggaran.
Bukan sekedar sosialisasi, DP3A Kutim juga
telah melakukan penyusunan penganggaran responsif gender. Penganggaran
responsif gender merupakan penganggaran yang mempertimbangkan aspek gender
dalam penyusunannya.
“Penganggaran responsif gender ini bertujuan
untuk memastikan bahwa anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara adil
dan merata oleh laki-laki dan perempuan,” ucapnya.
Sosialisai
PUG dan penyusunan penganggaran responsif gender ini merupakan upaya
penting untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Kutim.
Dirinya
berharap upaya ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya
perempuan,” tutupnya.(adv/nan)